Uang Belanja Kurang, Istri dan Mertua Gebukin Hafid Sampai Berdarah-darah

Posted on

Gara-gara uang belanja kurang, seorang suami yang sedang menggendong anaknya berusia setahun dikeroyok istri dan mertuanya hingga luka berdarah-darah di tubuhnya. Selain dipukul menggunakan kayu, korban juga dilempar piring dan gelas hingga lebam di bagian punggung.

Hafid, warga Desa Pondok Joyo, langsung mendatangi Polsek Semboro untuk melaporkan ulah Nur Kholifah, istri korban dan kedua mertuanya yang sengaja mengeroyok saat menggendong anaknya.

Selain dikeroyok, Hafid juga dipukul kayu serta dilempar piring dan gelas. Luka di tubuh Hafid karena berusaha menghindar dan menyelamatkan anaknya dari lemparan perabotan rumah berbahan kaca. Pengeroyokan terjadi karena uang belanja yang diberikan korban pada keluarga jauh dari cukup sehingga istri dan kedua mertuanya marah dan berujung pada pertengkaran bahkan penganiayaan.

“Seperti biasa Pak, pulang kerja saya langsung menggendong anak saya yang masih umur satu tahun,” ungkap Hafid mengawali kisah dalam laporannya. Sambil menggendong anaknya, Hafid memberikan uang belanja 200 ribu rupiah hasil kerjanya selama seminggu kepada Nur Holifah istrinya.

Hafid melaporkan ulah istri dan mertuanya yang telah mengeroyok disaat korban sedang menggendong anaknya yang baru berusia setahun. Bahkan kedatangan ke Polsek Semboro, korban masih dalam posisi menggendong Muhammad Betran.

Bukannya bersyukur, setelah menerima uang itu, kata Hafid, istrinya justru marah-marah karena merasa kurang dan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup. Dan diluar perkiraannya, sembari melempar uang kearahnya, istrinya serta merta memukulinya dengan balok kayu. “Saya juga digigit berkali-kali sampai luka Pak,” ungkapnya.

Belum berakhir, terang Hafid amarah istrinya yang dibantu kedua mertuanya dilanjutkan dengan lemparan piring dan gelas yang mengakibatkan kepalanya bocor dan mengucurkan darah segar.

Hafid mengaku tak mampu berbuat apa-apa pada waktu itu. Yang ada dalam pikirannya hanyalah menyelamatkan diri dan melindungi balita yang ada dalam gendongannya.

Ujungnya, usai peristiwa mengenaskan sekaligus menggelikan ini, sambil menggedong bayinya, Hafid mendatangi kantor Kepolisian Sektor Semboro untuk membuat laporan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan istri dan kedua mertuanya.

“Laporan sudah diterima dan kita tindak lanjuti dengan melakukan visum pada korban,” terang Aiptu Sukirno, Kanit Reskrim Polsek Semboro pada sejumlah awak media kemarin.

Bahkan, lanjut Sukirno pihaknya langsung melakukan pemeriksaan pada korban dan pemanggilan pada terlapor untuk dimintai keterangan. Jika nanti para terlapor terbukti bersalah, jelas Sukirno akan dijerat dengan pasal 170, tentang pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ya Allah…. KDRT kok pelakunya malah istri Dan kedua mertua. Buat pembelajaran luuur ….kalau suami atau menantumu kurang Kasih uang belanja… lebih baik cerai saja daripada suami atau menantu kau aniaya, malah berakibat masuk bui berjamaah.

 

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *