Tolong Bagikan! Jangan Lagi Menyuapi Anak Sambil Jalan & Main! 1 Kali Share Anda Telah Selamatkan Banyak Orang

Posted on

Semua orang tua pasti sayang kepada anaknya.

Mereka benar-benar memberikan perhatian kepada anaknya dengan seksama.

Bahkan jika anaknya susah makan, orang tua akan repot dan kesusahan mencari cara.

Kadang anak tidak mau makan karena asik bermain.

Seperti tak punya cara lain, akhirnya orang tua juga meladeni apa yang diinginkan sang anak.

Mereka menyuapi anaknya sambil bermain, berjalan, digendong bahkan kadang sambil berenang dan main air.

Perilaku orang tua kepada anaknya ini sangat sering kita lihat di kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Kadang orang tua malah sengaja menyuapi anaknya sambil berjalan atau pergi ke main lihat bebek atau ayam.

Ternyata cara menyuapi anak yang seperti ini tidak dianjurkan.

Makan sambil melakukan aktifitasdapat mengganggu sistem pencernaan anak.

Belum lagi kuman dan bakteri yang ada di sekitar tempat bermain bisa masuk bersamaan dengan makanan.

Nah, ada sebuah status Facebook viral yang dibuat oleh seorang ibu terkait dengan kebiasaan menyuapi anak sambil bermain ini.

Setelah membaca status ini bisa mungkin seluruh orang tua di Indonesia bisa sadar, betapa pentingnya makan dengan duduk tenang dan tak melakukan aktifitas.

Postingan viral ini dibuat oleh Saleha Juliandi pada 28 Oktober 2017.

“bu2… jangan lakukan ini ya… Menyuapi anak sambil berenang.

Sama halnya dengan kasus2 di bawah ini. Jangan dilakukan:

– Menyuapi anak sambil mengajak anak jalan-jalan,
– Menyuapi anak sambil anak bermain larian-larian, bersepeda, dan jenis permainan lain (termasuk sambil berenang )

Anak2 kami dulu saat baru saja pulang ke Indonesia, mereka sempat shock. Katanya:

“Bunda, kok anak-anak di Indonesia pada makan sambil jalan dan main, sih? Trus juga kok masih pada disuapin?”

Pasalnya di restoran yang tersedia arena bermain, sering sekali mereka melihat ibu-ibu yang menyuapi anak sambil si anak bermain perosotan, ayunan, mandi bola dan lain-lain..

Ditambah lengket-lengket makanan yang berceceran jatuh di arena bermain menimbulkan rasa risih pada mereka. Makanya mereka sempat shock waktu itu

Pertanyaan saya selama ini: Apa benar kita beragama? Bukan kah agama menganjurkan agar makan dan minum sambil duduk? Bahkan anjuran tersebut juga sudah diperkuat loh… oleh para dokter bahwa makan sambil beraktivitas aktif akan mengganggu sistem pencernaan. Apalagi kalau makan sambil jalan-jalan di jalan umum. Udah deh, itu asap knalpot, debu, kuman langsung hinggap mesra ke dalam makanan.

Yuk mulai sekarang (bagi yang belum), biasakan anak makan dan minum sambil DUDUK.
Berikut saya tulis juga tips agar anak mau makan sambil duduk:

1. Siapkan meja atau APA SAJA yang bisa memotivasi mereka tertarik duduk selama makan. Misal bisa meja yang bergambar. Bagi yang ingin lebih hemat, bisa cukup ditempeli gambar yang disukai anak. Atau ortu bisa bersama2 anak menghias meja dengan hiasan kesukaan anak.

2. Jangan pernah mengenalkan kepada anak sistem “makan sambil gendong-gendongan” atau “makan sambil bermain.” Saat anak masuk usia 6 bulan dan ortu ingin memperkenalkan makanan, ini momen yang sangat tepat membiasakan anak makan sambil duduk. Karena kalau sudah dikenalkan dengan 2 sistem tadi, pasti akan keterusan dan menganggap itu lah cara yang benar.

Seperti pepatah: bayi ibarat kertas kosong. Menjadi apa mereka nanti tergantung dari tulisan/coretan yang ditulis pada kertas kosong tersebut. Jadi isilah kertas kosong dengan sesuatu yang benar.

3. Jika anak sudah terlanjur mengenal sistem gendong-gendongan atau sudah terlanjur terbiasa makan sambil bermain, kurangi SECARA BERTAHAP kebiasaan buruk tersebut. Bisa dikombinasi dengan cara 1 agar anak betah duduk. Tentu saja, “mengobati” lebih sulit daripada “mencegah”. Tapi bukannya tidak mungkin dilakukan

4. Jika saat makan anak meninggalkan meja makan, angkat anak dan kembalikan ke meja makan. Jika turun lagi, angkat lagi dan kembalikan lagi ke meja. Begituuu terus sambil katakan, “Tidak boleh makan sambil bermain.” tu cara yang saya saksikan di Jepang. Beuuh cape memang ya. Tapi tenang ibu…usaha tersebut akan segera membuahkan hasil jika ortu tegas dan konsisten.

5. Temani anak makan atau makan bersama keluarga. Kalau tidak memungkinkan makan bersama keluarga, minimal ibu atau pengasuh menemani anak makan. Sambil makan bersama, bahas lah topik2 sederhana. Tapi, harus diperhatikan juga agar tidak terlalu banyak bicara saat makan agar tidak mengganggu sistem pernafasan.

6. Walau menemani anak makan, usahakan semininal mungkin membantu menyuapi. Berikan kepercayaan kepada anak2 bahwa mereka bisa melakukan sendiri. Jangan terlalu banyak membantu. Dengan banyak membantu, kemandirian anak akan semakin lambat tercapai. Walau kotor tempat ya gapapa. Namanya juga sedang belajar. Ibu harus sabar ya.. jangan memarahi anak.

Tipsnya: berikan menu yang DISUKAI ANAK dan MUDAH DIPEGANG oleh tangan anak secara langsung TANPA MEMERLUKAN SENDOK. Penggunaan sendok/garpu/sumpit bisa diajarkan selanjutnya secara bertahap.

Yang penting anak sudah mulai dikenalkan dengan KEMANDIRIAN (sehingga anak tidak terbiasa mengandalkan orang lain dan maunya dilayani terus). Jenis makanan yang masih memerlukan sendok, selama anak belum mampu menggunakan sendok bisa dibantu disuapi ya. Secara paralel bisa dikenalkan cara menggunakan sendok.

7. Menerapkan kunci KONSISTENSI. Kebetulan saya membantu mengasuh beberapa daycare milik beberapa pengusaha. Keluhan mereka hampir sama: banyak kasus dimana anak datang yang didaftarkan masuk ke daycare dengan kondisi manja alias “makan harus digendong2, makan harus sambil diajak jalan-jalan, makan harus sambil bermain….”.

Dengan metode 1-6 di atas dan disertai KONSISTENSI, anak2 terbukti sangat cepat beradaptasi.

Semoga bisa membantu ya Ibu..

Status ini saya tulis untuk tujuan kebaikan. Untuk membantu para orangtua yang kesulitan mengajak anak makan sambil duduk.

Bukan status HOAX apalagi status untuk mencari musuh. Yang tertarik menerapkan, silakan. Yang tidak mau menerapkan ya silakan. Jadi silakan berkomentar dengan sopan dan beretika. Apabila ada komentar yang bernada memancing permusuhan mohon maaf akan saya hapus. Mari kita sebarkan energi positif

-Catatan Saleha Juliandi-

Postingan ini telah mendapatkan lebih dari 28 ribu share, 12 ribu like dan 2.400 komentar.

Jadi, setelah membaca ini apakah kalian akan tetap menyuapi anak sambil bermain?

 

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *