SHARE

Tatkala azan dikumandangkan, sebagian orang yang mendengarkan dan dengan takdzim menjawab panggilan azan.

Biasanya mereka pun langsung bergegas ke masjid karena mereka tinggal di sekitar masjid, ada pula yang segera meninggalkan pekerjaan lalu mengambil air wudhu serta bergegas ke masjid karena masjid ada di kawasan perkantorannya.

Begitulah aktifitas yang biasa terjadi ketika azan berkumandang. Alunan suara panggilan penyejuk hati tersebut sejatinya dikumandangkan untuk mengingatkan manusia khususnya umat muslim untuk segera bergegas melaksanakan Ibadah Sholat.

Azan sebagai tanda waktu maupun panggilan shalat, lebih bersikap terus terang dan terbuka memanggil dan mendakwahkan kepada ummat manusia tanpa sekat pembatas dan sangat agresif.

azan sebagai bagian dari metode dakwah Islam yang berbeda dengan syiár-syiár ajaran lain dalam penyampaiannya, dan bahkan dalam dakwah Islam sendiri, jarang membahas tentang eksistensi azan dalam Aqidah Islam.

Surat Al Maidah 58: “Dan apabila engkau menyeru mereka untuk shalat, mereka menjadikannya bahan ejeken dan permainan. Yang demikian itu karena mereka benar-benar kaum yang tidak berakal”

Meski memiliki kondisi fisik yang tidak sempurna, Hariyadi (45) Warga Jalan Pertahanan Lorong Kelapa V RT 53 RW 12 Kelurahan 16 Ulu Palembang sangat tegar menjalani kehidupan, Rabu (11/10/2017).

Terlihat ia dengan kondisi tanpa kedua tangan sedang duduk di masjid Tak jauh dari kediamannya. Selain tidak memiliki kedua tangan ia juga tidak memiliki jari-jari dikedua kakinya.

Menggunakan pakaian berwarna putih, ia terlihat sedang duduk di samping pintu masuk Masjid Al-Kautsar. Peci berwarna putih bergaris hitam melingkar di kepala pria tersebut.

Saat waktu mendekati pukul 12.00 siang, dengan segera ia mulai masuk ke dalam masjid. Perlahan ia kemudian menuju saff depan di dekat mimbar.

Tak lama kemudian terdengarlah suara azan yang merdu sebagai tanda waktu masuk shalat telah tiba. Ada sesuatu yang tidak terduga ketika dilihat lebih dekat.

Suara azan yang terdengar sangat merdu tersebut ternyata berasal dari seorang pria penyandang kebutuhan khusus yang bernama Haryadi.

Kumandang suara azan yang ia lantunkan sangatlah indah, dan tak butuh waktu yang lama satu persatu jamaah berdatangan untuk salat memenuhi kewajiban salat 5 waktu.

Setelah selesai melaksanakan perintah Allah SWT ia pun kembali keluar masjid dan duduk ditempat asal tak jauh dari pintu masuk masjid.

Ketika diajak ngobrol, ia mengatakan kalau dirinya setiap hari datang ke masjid Al – Kautsar untuk mengumandangkan azan dan juga salat berjamaah.

“Ke masjid biasanya diantar istri pakai motor dan juga kadang berjalan kaki, di masjid ini saya yang azan”, katanya.

Hariyadi sendiri ternyata sudah bertahun – tahun aktif mengumandangkan azan di masjid tersebut.

Dibalik aktivitas mulianya yang selalu mengumandangkan azan, ternyata dulunya Hariyadi bukanlah alumni dari sekolah agama maupun dari keluaran Pesantren.

Ia hanyalah seorang tukang cat mobil disebuah bengkel yang ada di wilayah Palembang. Semoga beliau senantiasa dalam lindungan Allah Ta’ala dan diberkahi keturunan yang shalih dan shalihah … Aamiin

Berikut Videonya:

Sumber

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here