Saat Gusi Gigi Menyusut, Kesehatan Gigi Akan Segera Terganggu! Tapi Dengan Cara Simple “Begini” Kalian Bisa Menjaga Kesehatan Gigi Loh

Posted on

 

Begitu gigi gusi anda menyusut, sangat mudah membuat gigi tersumbat makanan, serta akar gigi sering menjadi sakit. Metode di bawah ini dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman di gigi Anda dengan sekejap saja hilang! Cara melakukannya juga sangat sederhana!

Ada beberapa orang terkadang tiba-tiba menemukan gigi mereka menjadi panjang, sela-sela gigi menjadi lebar, atau merasakan akar gigi mulai terbuka, gigi menjadi mudah terserang nyeri, dan bahkan saat gigi ditekan pun terasa kendur, ini adalah gejala “*Resesi Gingiva”.

* Secara klinis, resesi gingiva adalah terbukanya permukaan akar gigi akibat dari pergeseran marginal gingiva ke arah apikal menjauhi CEJ. Resesi gingiva dapat terjadi pada satu permukaan gigi atau lebih di dalam rongga mulut. Resesi gingiva dapat bersifat lokal pada satu gigi, beberapa gigi, atau umum pada seluruh gigi.

Sekian dari banyak orang dewasa pasti ada yang mengidap resesi gingiva ini, apabila sudah mengidap resesi gingiva pada gigi Anda, maka ini adalah puncak dari kerusakan keseluruhan gigi hingga akar gigi Anda.

Apa saja gejala gigi gusi yang menyusut?

  1. Setelah gusi gigi menyusut, maka mahkota gigi akan terlihat lebih panjang dan sementum pada tulang gigi pun lama-lama terkikis. Daya tahan gigi akan semakin rentan terhadap dingin, panas, asam dan manis, sehingga mudah timbul rasa sakit pada gigi.
  2. Sela-sela gigi menjadi lebih besar, sehingga pada saat kita mengonsumsi makanan, sisa-sisa makanan sangat mudah berkumpul pada sela-sela gigi Anda, kuman-kuman pun bersarang pada gigi, dan pada akhirnya menyebabkan karies pada gigi.
  3. Gusi gampang berdarah, bengkak, warna gusi Anda berubah kewarnaan merah tua atau merah tua gelap, sehingga membuat gigi mudah longgar dan rontok.

Apa penyebab gusi menyusut?

  • Penyusutan pada tulang alveolar gigi, penyusutan ini termasuk dalam resesi gingiva yang normal secara fisiologis, ini umumnya terjadi saat setelah usia menginjak 60 tahun.
  • Pemasangan gigi tiruan yang tidak tepat juga dapat melukai gusi Anda, setelah pemasangan yang tidak benar ini dipertahakan untuk waktu yang lama, maka gigi tiruan ini dapat merangsang penyusutan pada gusi.
  • Peradangan pada rongga mulut, seperti periodontitis(infeksi jaringan pada tulang penyangga gigi), karang gigi, luka/sariawan pada mulut, radang gusi, dll, juga dapat menyebabkan gusi Anda mengalami penyusutan.
  • Menyikat gigi dengan cara tidak tepat, termasuk cara Anda menyikat gigi dan pemilihan pasta gigi yang tidak benar, memang pada awalnya tidak ada gejala yang jelas, namun apabila telat disadari, maka akan merusak gusi Anda.

Apakah gusi yang menyusut dapat sendirinya sembuh ?

Maaf, masalah pada gigi bisa diatasi oleh dokter, namun apabila gusi yang telah mengalami penyusutan, maka itu sudah tidak dapat dipulihkan lagi atau sembuh dengan sendirinya!

Jadi, jika ditemukan ada tanda-tanda penyusutan pada gusi, maka seharusnya jangan ditambah lagi menstimulasi gusi Anda, pertahankan dan jaga kesehatan rongga mulut Anda dengan baik.

Apa cara efektif untuk mencegah atau mengontrol agar tidak terjadi penyusutan?

Jangan menggunakan pasta gigi yang dapat merusak gusi, gunakan pasta gigi yang berbahan alkali non-ionik

Sekarang, menurut Anda dalam sehari hanya perlu sikat gigi dua kali, lalu merasa ini saja sudah cukup memperhatikan kebersihan mulut Anda, namun Anda tidak tahu efek yang terjadi kedepannya seperti apa, setelah 30 tahun, orang-orang mulai mengeluh mengalami penyusutan gusi, alasan sebenarnya adalah pada “pasta gigi”.

Kebanyakan pasta gigi yang beredar di pasaran mengandung Sodium Lauryl Sulfate, bahan kimia ini memiliki efek pembersih yang kuat, kaya akan busa, dehidrasi dan stimulan yang kuat. Maka dari itu, bahan ini dapat menstimulasi sedikit demi sedikit gusi Anda, sehingga berangsur-angsur merusak gusi dan terjadinya penyusutan lebih awal.

  1. Saran dari Ahli gigi, dalam cara pencegahan dan pengontrolan gusi agar tidak terus menyusut yaitu, sebaiknya gunakan pasta gigi yang berbahan Alkali non-ionik. Tidak semua pasta gigi memiliki manfaat yang sama, pasta gigi dengan bahan alkali non-ionik ini menggantikan kandungan Sodium Lauril Sulfat yang dapat merusak gigi, kandungannya jauh lebih alami, efek pembersihannya juga jauh lebih bersih, serta sangat bermanfaat untuk mencegah peradangan mulut dan penyusutan gigi.
  2. Jangan miring saat menyikat gigi
  3. Jangan menggunakan metode sikat gigi yang mengarah horisontal, sikat gigi yang benar adalah dengan menempatkan sikat di antara gigi dan gusi, lalu bulu sikat mengarah ke permukaan akar dan permukaan gigi sekitar 45 derajat, pertahankan posisi ini dan mulai menyikat, kemudian sikat sesuai arah gigi secara vertikal.
  4. Jika Anda memiliki karang gigi yang jelas, atau seperti tidak cocok memasang gigi palsu, dan lain-lain, sebaiknya pergi ke klinik untuk konsultasi, serta melakukan pemeriksaan yang rutin.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *