SHARE

Seorang pria remaja di Kota Parepare, Sulawesi Selatan terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran iseng memposting foto aksi bunuh diri di salah satu grup sosial media Facebook Pare-Pare.

Remaja tersebut diketahui bernama Reski Abadi (20) warga Lumpue Kota Parepare. Ia memposting foto seolah-olah remaja tersebut menggantung dirinya dengan sarung disebuah rumah dan lengkap dengan captionnya.

“Innalillahi wainnailaihirojiun Telah Berpulang Ke Rahmatullah Adek Kita Atas Nama Ismail Di temukan Gantung Diri Di Dalam Rumah Saat Rumah Sedang Sepi Semoga Amalnya Di Terima Disisi Allah SWT. dini Hari Kejadian”

Postingan di Facebook ini menjadi viral dan foto tersebut dilaporkan oleh salah satu warga ke pihak kepolisian Polres Pare-Pare. Sehingga langsung ditindaklanjuti dan ternyata foto aksi bunuh tersebut adalah hoax (tidak ada kejadian bunuh diri).

“Personel kami segera cek dan mencari tahu TKP-nya. Ternyata informasi tersebut hoax (tidak ada kejadian bunuh diri). Hanya seorang remaja yang main-main,” kata Kapolres Parepare AKBP Pria Budi kepada , Selasa (26/12/2017).

Pria Budi menjelaskan bahwa postingan di Facebook tersebut pada Selasa (26/12/2017). Aksinya Remaja yang masih duduk di bangku salah satu sekolah SMK di Parepare itu tidak menyangka statusnya tersebut sampai terpantau polisi.

Sehingga, Kanit SPKT bersama piket fungsi membawa pelaku Reski Abadi dan tiga orang temannya untuk dimintai keterangan terkait dugaan perkara tindak pidana berita bohong dan menyesatkan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 UU ITE.

“Saat diperiksa, pelaku mengaku hanya main-main bersama temannya,” tambahnya

Lebih lanjut Pria, bahwa setelah dimintai keterangan oleh Penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Parepare pelaku tersebut di buatkan surat pernyataan yang diketahui oleh orang tuanya kemudian dilakukan pembinaan dan wajib lapor.

“Saya atas nama Reski warga Lumpue meminta maaf kepada kepada pengguna Media Sosial Terutama Facebook yang ada di Indonesia. Terkhusus Warga Parepare karena telah memposting Berita Bohong mengenai adanya saya BUNUH DIRI/ GANTUNG DIRI di samping SMK N 1 Parepare dan saya nyatakan/ Klarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar/ HOAX”.

Dalam hal ini, Kapolres Pare-Pare mengimbau agar masyarakat bijak menggunakan media sosial seperti facebook. Pasalnya penyebaran informasi sangat cepat dan dapat ditafsirkan beragam oleh warganet.

“Ingat berkatalah yang baik-baik. Jika tidak bisa berkata baik, lebih baik diam. Mari bijak dalam bermedia sosial,” tegas Pria mengingatkan.

Yang patut diapresiasi, adalah kesigapan polisi merespon laporan masyarakat mengenai informasi tersebut. Hal itu juga mempertegas bahwa Polres Parepare memantau setiap aktivitas yang mencurigakan, baik didunia nyata maupun dunia maya seperti medsos

Sumber

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here