Pemerintah Akan Blokir WhatsApp Rabu Nanti, Menkominfo Himbau Masyarakat Kembali Gunakan BBM Daripada WhatsApp

Posted on

Di era digital seperti saat inibanyak sekali aplikasi yang berguna untuk berkirim pesan ataupun gambar di smartphone, mulai dari Line, WhatsApp, Telegram, Instagram, BBM, dan masih banyak lagi. Sayangnya baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kehadiran konten Gif porno dari sebuah aplikasi chatting yang tak lain adalah WhatsApp.

WhatsApp sendiri saat ini merupakan salah satu aplikasi berkirim pesan yang sangat populer di Indonesia. Namun dengan hadirnya konten porno ini tentu saja pemerintah bersikap tegas dengan penggunaan aplikasi chatting tersebut. Pemerintah lewat Menkominfo telah memberikan peringatan kepada WhatsApp jika tidak segera membersihkan konten tersebut maka pemerintah akan segera memblokir layanan WhatsApp di Tanah Air.

Pada kesempatan itu, WhatAapp pun angkat bicara. WhatAapp mengaku bahwa mereka tidak dapat memantau konten berfomat Gif tersebut karena konten Gif berasal dari aplikasi pihak ketiga terkait masalah itu. Pemerintah sempat menggemborkan dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan aplikasi Blackberry Messenger (BBM) sebagai media komunikasi chatting, mengingat aplikasi BBM telah lama di Indonesia dan juga telah berkantor di Indonesia.

Himbauan pemerintah ini tentu saja sangat beralasan, salah satunya adalah untuk melindungi masyarakat dari konten negatif. Ditambah lagi BBM memang sudah mendirika kantor di Indonesia sehingga lebih mudah penanganannya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apakah selanjutnya masyarakat setuju jika beralih dari WhatsApp kembali ke BBM lagi?

__

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) merespon laporan dari masyarakat terkait konten GIF berbau pornografi di aplikasi perpesanan WhatsApp dengan memberikan notifikasi kepada pihak perusahaan, tak main-main pemerintah akan memblokir.

“Semenjak Minggu (05/11) pagi kami sudah mendapat laporan dari masyarakat bahwa konten yang berbau asusila beredar di WhatsApp melalui Tenor berbentuk GIF. Semua pengguna aplikasi perpesanan ini bisa mengirim konten tersebut dengan mudah,” kata Dirjen Aptika Samuel Abrijani Pangerapan, dalam siaran pers, Jakarta, Senin (05/11).

Samuel mengatakan sudah menghubungi Facebook sebagai pemilik dari WhatsApp, namun, karena perbedaan waktu antara Jakarta dengan Amerika, respon dari jejaring sosial ini jadi lambat.

Kendati demikian, lanjutnya, pihak Facebook mengatakan tidak bisa melakukan penanganan, akhirnya Kemkominfo kembali mengirimkan notifikasi, yang menyatakan bahwa 6 DNS dari Tenor; tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, dan media1.tenor.com, diblokir.

“Jika masalah yang ada belum juga ditangani sampai hari Rabu nanti, pemerintah dengan tegas akan memblokir WhatsApp juga. Sebelumnya plaform serupa Tenor, yakni GIPHY sudah pernah pemerintah blokir karena tidak kooperatif dengan peraturan yang ada di Indonesia, terutama penyediaan konten pornografi,” ungkapnya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *