Masih Ingat ‘Kangen Water’? Ternyata Klaim Khasiatnya Hanya Tipu-tipu dan Hoax

Posted on

Beberapa waktu belakangan, masyarakat Indonesia mengenal minuman dengan merek Kangen Water. Digembar-gemborkan bahwa air ini mengandung alkali yang dapat menyembuhkan beragam penyakit.

Ternyata menurut Dokter Made seperti ditulis di Blog Dokter, khasiat yang ditawarkan oleh Kangen Water ternyata hoax alias bohong.

“Pagi ini saya menerima kabar dari seorang teman tentang hoax Kangen Water. Mengapa hoax? Karena khasiat yang digembar gemborkan oleh produsen Kangen Water ternyata tidak sesuai dengan yang sebenarnya,” tulis Dokter Made di blog dokter, yang dikutip siarberita.

Menurut tulisan tersebut, diklaim Kangen Water telah mendapatkan izin atau rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Padahal hal tersebut juga bohong.

“Kangen Water yang diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit adalah air alkali yang bila diminum akan sama saja dengan air biasa. Setelah mencapai lambung, air alkali ini akan diasamkan oleh asam lambung sehingga pH-nya akan kembali netral,” bantahnya.

Bahkan, untuk kasus kasus tertentu seperti pada penderita maag, air alkali justru memiliki efek buruk yakni merangsang produksi asam lambung yang berlebihan sehingga menyebabkan penyakit maag bertambah parah.

Klaim yang mengatakan setelah minum air alkali akan menyebabkan air kencing menjadi basa juga tidak benar.

“Klaim ini adalah bohong besar. Bagaimana bisa air alkali yang sudah diasamkan oleh asam lambung bisa kembali alkali setelah tiba di ginjal? Pada penderita penyakit ginjal terutama batu saluran kemih memang membutuhkan air kencing yang basa, tetapi caranya bukan dengan minum air alkali,” katanya.

Berikut 3 hoax yang diklaim oleh Kangen Water:

1. Mengklaim telah diakui negara (Kementerian Kesehatan)

2. Mengklaim mesin Kangen Water sebagai Medical Device

3. Mengklaim Kangen Water dapat menyembuhkan beragam penyakit.

Dia menerangkan, pada kasus kasus tertentu seperti penderita maag, air alkali justru memberi efek buruk, yakni merangsang produksi asam lambung yang berlebihan sehingga menyebabkan penyakit maag bertambah parah. Tak hanya itu, dia juga menyatakan bahwa air alkali dapat membuat air kencing menjadi basa juga tidak benar.

“Bagaimana bisa air alkali yang sudah diasamkan oleh asam lambung bisa kembali alkali setelah tiba di ginjal? Pada penderita penyakit ginjal terutama batu saluran kemih memang membutuhkan air kencing yang basa, tetapi caranya bukan dengan minum air alkali,” ucap dia.

Mengenai testimoni pengguna Kangen Water yang mengaku sembuh berkat air tersebut, dr Made mengatakan bahwa itu adalah akibat sugesti.

“Menurut beberapa testimoni, banyak yang mengatakan bahwa mereka sembuh setelah minum air alkali. Dalam dunia medis ini disebut dengan istilah Placebo Effect yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa awam disebut dengan istilah sugesti,” kata dia.

Dia mengibaratkan sugesti tersebut seperti pengobatan Ponari. “Dulu pernah ada cerita, orang bisa sembuh dengan minum air yang dicelupkan batu oleh Ponari, manfaat menyembuhkan dari air alkali mirip seperti itu,” kata dokter yang tinggal di Bali ini.

Kementerian Kesehatan juga tak mengakui informasi tentang manfaat kesehatan dalam brosur Kangen Water, mesin Kangen Water sendiri bukan alat medis, dan Kangen Water tak diakui departemen kesehatan sebagai produk yang dapat menyehatkan dan menyembuhkan.

Dia berharap, dengan dikeluarkannya BAP dari Kemenkes RI ini, mudah mudahan bisa membuat masyarakat lebih waspada terhadap penipuan atau hoax yang mengatasnamakan kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menegaskan, produk Kangen Water tidak terbukti bisa mengobati masyarakat. Kementerian Kesehatan telah menelaah iklan yang berisi manfaat Kangen Water bagi kesehatan yang ditulis oleh PT Enagic Indonesia selaku produsen.

“Saya kira laporan yang diberikan, ditelaah Kemenkes, itu tidak benar. Itu bukan untuk pengobatan. Jadi belum terbukti untuk pengobatan,” ungkap Menteri Kesehatan Nila Moeloek di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, (23/11).

Kemenkes telah menegur produsen Kangen Water, sekaligus meminta agar materi iklan yang memuat manfaat Kangen Water — yang belum terbukti khasiatnya — untuk tidak diterbitkan.

“Kita juga menegur untuk tidak mengeluarkan iklan yang belum membuktikan manfaatnya,” katanya.

Nila meminta masyarakat agar tidak terpengaruh dengan peredaran brosur yang mengklaim Kangen Water bisa berfungsi sebagai sarana pengobatan atau mampu mengobati suatu penyakit.

Statemen Menkes ini terkait munculnya surat berita acara pemeriksaan (BAP) Kemenkes terhadap PT Enagic Indonesia (Kangen Water) yang beredar di media sosial.

Isi surat berkop Kemenkes itu adalah:

Berdasarkan berita acara pemeriksaan dari Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, PT Enagic Indonesia selaku produsen mesin Kangen Water diminta untuk:

1. Menarik semua brosur terkait informasi yang mengklaim bahwa produk mesin Kange Water yang “telah diakui negara” (Kementerian Kesehatan RI).

2. Menarik semua brosur terkait informasi yang mengklaim bahwa produk mesin Kangen Water sebagai “medical device”.

3. Tidak boleh mengklaim bahwa produk mesin ionisasi (water electrolysis) sebagai produk yang “dapat menyehatkan dan/atau menyembuhkan”

4. Untuk nomor 1 s.d 3 di atas, Saudara segera memberikan tindak lanjut dan perbaikan kepada Direktur Pengawasan Alat Kesehatan dan PKRT, Kemenkes RI, dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak surat ini ditandatangani.

Surat itu ditandatangani oleh Pimpinan Sarana PT Enagic Indonesia, Erwin Sharif Harahap, dan empat nama “yang melakukan pemeriksaan”.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *