Ketika “Mimpi yang Terbeli” Iwan Fals Jadi Kenyataan

Posted on

[Berita]  Politikus Partai Gerindra DKI Jakarta, Bastian P Simanjuntak mengatakan, harus diakui dan bukan tendensi politik bahwa rakyat Indonesia telah bangkrut. World Bank mencatatkan Indonesia termasuk dalam tiga negara penyumbang terbesar penduduk miskin kota, bersama dengan Tiongkok dan Filipina di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Menurut Bastian, hasil penelitian World Bank juga mencatat, beberapa tantangan yang dihadapi kaum miskin kota adalah kurangnya akses terhadap pekerjaan dan perumahan yang terjangkau.

“Dalam bentuk kesenjangan ekonomi antara si kaya dan miskin, Indonesia masuk dalam enam besar. Kekayaan 4 miliader di Indonesia setara dengan kekayaan 40 persen penduduk miskin di Indonesia, atau 100 juta orang. Hal itu berdasarkan laporan Oxfam beberapa waktu yang lalu,” terang Bastian.

Akibat bangkrutnya rakyat Indonesia, kata Bastian, mereka tak dapat memberi makanan bergizi pada anak-anak mereka padahal anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Selain itu rakyat Indonesia tak mampu pula memenuhi kebutuhan sandang dan papan serta pendidikan maupun kesehatan. Terkait hunian, ungkapnya, masih banyak saudara-saudara kita yang tinggal dibantaran kali dan rumah susun.

“Apa yang diteliti Bank Dunia dapat kita saksikan pada masyarakat di Cilincing atau Marunda. Mereka hidup dalam kesulitan walaupun lokasi mereka di ibukota negara. Mereka tak mampu memenuhi kebutuhan primer konon lagi sekunder serta kebutuhan lain,” ujar Bastian.

Sementara, lanjutnya, pemerintah lebih condong membangun infrastruktur yang tidak terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain pemborosan, infrastruktur yang dibangun tidak mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Ironisnya lagi, papar Bastian, pembangunan infrastruktur dilakukan ketika APBN mengalami defisit primer. Hal itu diperparah lagi dengan korupsi yang dilakukan secara terencana dan terstruktur bahkan massif.

“Masyarakat Marunda dan Cilincing Jakarta Utara merupakan potret bagaimana salah urusnya negeri ini. Negeri yang kaya sumber daya alam namun kebanyakan rakyatnya dalam kebangkrutan,” ungkap Bastian.

“Masyarakat di Marunda dan Cilincing menjadi contoh apa yang dikatakan Iwan Fals dalam lagunya ‘mimpi yang terbeli’. Mereka ingin membeli namun hanya mimpi yang terbeli, bagaimana mau membeli sementara uang tak ada,” imbuhnya.

Menurut Presiden Gerakan Pribumi Indonesia itu, bangkrutnya kebanyakan rakyat Indonesia bukanlah perkara kecil namun hal itu terkait keberlangsungan nasib negeri ini. Anak bangsa hanya bisa membeli mimpi sementara Asing dengan seenaknya mengeksploitasi sumber daya alam kita.

“Sementara pembangunan infrastruktur yang menggunakan uang rakyat sering kali dikorupsi, dan hanya menyenangkan para Asing dan konglomerat sementara rakyat Indonesia seperti penumpang dinegerinya sendiri. Kondisi ini harus diubah, atau Indonesia hanya tinggal nama dikemudian hari,” tutup Bastian.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *