Innalillahi, Dianggap Babu Oleh Istri Sendiri, Suami Ini Ngamuk Membabi Buta dan Tusuk Perut Sang Istri

Posted on

Jika Jokowi bertanya, saya ini presiden apa petugas partai; maka Supandi (32) dari Cirebon ganti bertanya pada istri, “Saya ini suami apa jongos rumahtangga?”

Nah, gara-gara diperlakukan seperti babu tersebut, Supandi ngamuk dengan membabi buta. Muryani (39) ditusuknya dan gantian dia tusuk diri sendiri, innalillahi!

Istri yang lebih dominan sebagai sumber ekonomi, sering memperlakukan suami bukan pada porsinya. Dia hanya menganggap suami itu sebagai tenaga kerja di siang hari, dan “tenaga kuda” di malam hari.

Ini sama dengan Megawati yang menganggap Jokowi itu petugas partai yang ngepos di Istana Negara. Maka segala kebijakannya selalu dicampuri. Hanya saja Jokowi lebih sabar, tidak sampai ngamuk-ngamuk sebagaimana Supandi dari Kp Kesunenan, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon.

Awalnya Supandi ini seorang perjaka tua yang tidak laku jual, lantaran status kemiskinannya. Sampai kemudian kenal dengan janda Muryani yang ekonominya mapan karena punya usaha toko. Sekitar 4 tahun lalu mereka membangun koalisi permanen di depan KUA, sehingga disahkan sebagai suami istri. Sejak itu Supandi naik status di mata masyarakat. Tak ada lagi tetangga yang berani nyuruh-nyuruh untuk bantu ini itu, karena dia sudah jadi suaminya Muryani yang kaya.

Tapi di mata Muryani, sepertinya Supandi ini bukan dianggap suami secara mutlak. Dia jadi suami hanya malam hari, yakni ketika dibutuhkan “tenaga kuda”-nya. Tapi di siang hari, Supandi diperlakukan sebagai tenaga kerja domestik, yang harus masak, ngepel lantai dan mencuci. Sedangkan Muryani fokus pada usaha tokonya, dari kulakan dipasar sampai melayani sendiri para pembeli.

Awalnya hepi-hepi saja Supandi diperlakuan begitu, karena malamnya tetap bisa begituan! Tapi belakangan, porsi sebagai suami di malam hari semakin dibatasi, tapi di siang hari dia harus kerja rodi layaknya kerbau bajah di sawah, dari masak, mencuci, ngurus anak dan ngepel lantai.

Paling menyakitkan, berhembus kabar bahwa Muryani punya PIL yang sebentar lagi akan menikahi dirinya. Jika opini itu muncul dari publik, Supandi masih bisa memaklumi. Tapi statemen itu justru keluar dari mulut Muryani. “Jadi saya ini lalu dianggap apa?” keluhnya, tapi di dalam hati.

Jokowi masih bisa bersabar, meski oleh Mega dan PDIP-nya hanya dianggap sebagai petugas partai. Tapi Supandi yang dianggap sebagai petugas rumahtangga, tak bisa lagi membendung emosinya. Makanya beberapa hari lalu dia mengadakan perlawanan politik. Ketika disuruh mengantar anak tiri ke dokter karena habis ditabrak becak, dia menolak.

Suami istri ini pun ribut, mencari kebenaran untuk dirinya sendiri. Saking emosinya, Supandi kemudian bilang, “Saya ini gembala sapi, eh……kepala rumahtangga, kenapa kamu perlakukan seperti babu? Kalau begitu mendingan kita mati bersama-sama saja.”

Ucapan itu ternyata bukan sekedar gertak sama, tapi serius. Karena dia langsung menusuk perut istrinya hingga roboh. Begitu pula Supandi, setelah istri ambruk gantian dia menusuk perutnya pakai pisau yang sama, jussss……

Teriakan Muryani siang itu membuat para tetangga berdatangan melayat. Ternyata pasangan suami istri itu sama-sama terkapar mandi darah. Keduanya segera dilarikan ke RS Pelabuhan. Untung saja nyawa keduanya masih bisa diselamatkan. Dalam pemeriksan polisi Supandi mengatakan, “Wong suami kerjanya kok disuruh masak dan mencuci. Saya ini dianggap apa?” (poskotanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *