Gawat! Kerupuk Tahi Sapi Mengandung Narkoba Beredar Luas, Tolong Sebarkan Jangan Sampai Keluargamu Makan Ini

Posted on

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia mengungkap perdagangan narkoba jenis jamur atau magic mushroom via toko online di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Penganan magic mashroom merupakan narkoba berbahan jamur Panaeolus cinetulus yang mengandung zat Psilosina dan termasuk narkotika golongan 1. Jamur tersebut biasa tumbuh di tanah bekas kotoran atau tahi sapi. Efek yang dihasilkan, antara lain pusing, tidak fokus, serta emosi yang tidak terkontrol.

Pelaku membungkus penganan magic mushroom ke dalam kemasan plastik dengan logo Snack Good lalu menjualnya melalui media sosial Instagram dan Kaskus. Polisi memancing pelaku dengan menjadi pembeli secara online. “Setelah itu kami tangkap dan geledah rumahnya,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto di kantornya, Jalan M.T. Haryono Nomor 11, Jakarta Timur, Kamis, 26 Oktober 2017.

Polisi menangkap pelaku EH alias Cyan, 52 tahun, pada Rabu, 25 Oktober 2017. Dia dicokok saat hendak mengirim barang melalui jasa ekspedisi di Jalan Jaygiri Gang Ondira, Lembang, Bandung.

Cyan menjual Snack Good seharga Rp 95 ribu per kemasan dan sudah beroperasi setahun lebih.

Produk keripik jamur tersebut menjangkau konsumen dari sejumlah daerah di antaranya Kalimantan Selatan, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bandung dan Jakarta.

Menurut Eko, jika dipakai secara berlebihan korban jamur tahi sapi ini akan mengalami perasaan ekstrem berupa ketakutan yang berlebihan karena halusinasi. “Efeknya cukup berbahaya,” ujarnya.

Dari rumah pelaku polisi pengedar narkoba itu menyita 47,5 kilogram jamur yang sudah dimasak serta 4 kilogram jamur mentah. Polisi menjerat EH dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

PENJELASAN BADAN POM TERKAIT KERIPIK JAMUR TAHI SAPI YANG MENYEBABKAN EFEK HALUSINASI

Sehubungan pemberitaan di media mengenai beredarnya produk keripik jamur dengan logo Snack Good yang bila mengonsumsinya dapat menyebabkan efek halusinasi, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

Keripik jamur Snack Good dibuat dari jamur psilosibin (Psilocybin sp.), dikenal sebagai “magic mushroom”.
Jamur psilosibin dapat tumbuh secara alami di kotoran hewan, lumut, ranting atau kayu yang busuk. Mengingat jamur ini tumbuh di kotoran hewan maka dikenal sebagai jamur tahi sapi.

Berdasarkan literatur, jamur tahi sapi mengandung bahan aktif psilosibin dan psilosina yang termasuk ke dalam narkotika golongan I.

Psilosibin mempunyai sifat halusinasi, dapat mengubah suasana hati (mood), mengubah persepsi diri dan/atau dunia sekeliling serta meluapkan perasaan baik rasa senang (euphoria) maupun rasa sedih (depresi).

Berdasarkan hasil penelusuran data pendaftaran, produk ini tidak terdaftar atau tidak mempunyai izin edar, baik nomor izin edar Badan POM (MD) maupun nomor izin edar Dinas Kesehatan (PIRT). Apabila produk tersebut ditemukan di peredaran maka dapat dikategorikan sebagai produk pangan ilegal.

Badan POM bersama instansi terkait akan terus mendalami kasus ini untuk mencegah beredarnya produk yang dapat berpotensi buruk terhadap kesehatan.

Badan POM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi produk Makanan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari Badan POM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. Masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, email: [email protected], atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

 

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *