SHARE

Parman (64), seorang petani asal Desa Sidotentrem, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan sebagai terdakwa kasus pencurian satu batang kayu jati yang ia lakukan di kawasan hutan desa setempat, Selasa (28/11/2017).

Dalam persidangan tersebut, Parman dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman satu tahun penjara serta membayar denda sebesar Rp 500 juta.

Tuntutan itu membuat petani itu langsung tampak sedih dan menangis setelah pembacaan tuntutan berlangsung.

Sidang kasus pencurian satu batang kayu jati hutan itu berlangsung di ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Tuban. Yang mana petani tersebut didakwa melakukan pencurian satu batang kayu jati di hutan petak 39B, RPH Kejoran, BKPH Bangilan, KPH Jatirogo.

“Kerugian Perhutani sebesar 263.829 rupiah. Dan terdakwa ini dituntut hukuman pidana satu tahun penjara dan denda 500 juta rupiah subsider satu bulan penjara,” kata Ninik Indah Wijati, selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tuban.

Satu bantang kayu Jati yang dari hutan yang di tebang oleh terdakwa itu memiliki panjang sekitar 3 meter dengan diameter 13 centimeter.

Berdasarkan pengakuan, kakek tersebut terpaksa mengambil kayu jati di hutan yang tak jauh dari rumahnya itu adalah untuk mengganti rusuk rumahnya yang sudah lapuk.

“Terdakwa mencuri kayu jati itu digunakan untuk mengganti rusuk rumahnya yang sudah lapuk. Saat membawa kayu itu terdakwa ditangkap oleh petugas Perhutani yang sedang patroli,” tambah Ninik.

Sementara itu, setelah mendengarkan tuntutan dari JPU atas kasusnya itu, Parman tampak sangat lesu dan menangis saat akan meninggalkan ruangan persidangan. Adapun untuk sidang lanjutan terkait pencurian satu batang kayu jati itu akan dilanjutkan kembali pada Hari Senin pekan depan.

“Sidang selanjutnya agendanya adalah Pledoi dari terdakwa,” kata Donovan Akbar Khusuma, selaku Humas dari Pengadilan Negeri (PN) Tuban.

Sumber

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here