Cerita Menyeramkan Saat Pengabdi Setan Meninggal Dunia

Posted on

 

Meski hidup di dunia modern, masih ada orang yang kuno dan kolot. Tak heran bila sampai sekarang kasus gendam, guna-guna, dan santet, masih meluas di masyarakat. Terlihat agak tidak masuk akal, tapi memang begitulah kenyatannya.

Seperti kisah Kakty, gadis Malaysia yang berbagi pengalaman horor tentang tetangga yang punya jin pendamping seumur hidup. Melalui akun Twitter @llynazain, dia membagi pengalamannya menjaga jenazah yang sedang menunggu kedatangan jin pendampingnya.

Betapa bahayanya kalau pakai jin pendamping untuk melindungi diri. Benar-benar sudah berpaling dari Allah. Ini bukan untuk membuka aib. Tapi untuk pengetahuan kita semua. Ini kisah tetangga yang mengamalkan ilmu hitam.

Tetangga Ditemukan dalam Keadaan Tidak Sadar, Dipastikan Meninggal Dunia
Satu hari, sang tetangga yang tinggal sendirian sedang sakit. Orang-orang menemukan dia dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam rumahnya.

Ambulans sudah dipanggil dan sang tetangga itu segera dibawa ke rumah sakit. Namun sayang, dokter menyatakan wanita itu sudah meninggal dunia.

Semua anak-anaknya dihubungi. Namun ada yang bilang sedang dalam perjalanan, ada yang bilang tidak bisa pulang. Yang bilang dalam perjalanan itu rumahnya jauh sekali, di Kedah.

Orang-orang Bergiliran Jaga Jenazahnya
Sang anak itu meminta para tetangga mengurus jenazah ibunya. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Ustaz yang mengurus pemakaman mengatakan tukang gali kubur masih bekerja, sehingga proses pemakaman harus menunggu satu jam lagi.

Jenazah selesai dimandikan pukul empat sore, setelah itu dikafani. Para peziarah sudah duduk membaca surat Yasin selama satu jam.

Menjelang Maghrib, ustaz bilang jenazah tak boleh ditinggalkan sendiri. Jadilah orang-orang bergiliran menjaga jenazah hingga esok pagi.

Kejadian-kejadian Aneh Saat Menjaga Jenazah
Saat pukul delapan malam, tiap rumah mendapat jatah jaga selama satu jam. Saat menjaga mayat itulah banyak pengalaman dialami para tetangga tersebut.

Sampailah bagian Kakty yang menjaga. Saat itu pukul sebelas malam malam. Sambil jaga itu dia beserta mamanya dan beberapa orang duduk membaca Yassin untuk almarhumah.

Tiba-tiba mereka merasa merinding. Jenazah seperti beralih dari menghadap arah kiblat. Dia mengaku melihat jelas gerakan si mayit, sehingga mereka melompat keluar rumah karena takut.

Tapi mama Kakty mencegah mereka agar tetap di tempat karena amanah menjaga jenazah almarhumah. Mama Kakty minta mereka membetulkan arah arah jenazah. Dan, orang-orang memberanikan diri masuk lagi dan mencoba mengarahkan jenazah menghadap kiblat.

Mereka mendorong bagian tengah tubuh jenazah. Tapi tiba-tiba tali kafan terputus. Tali itu kemudian diikatkan lagi, dan ramai-ramai mendorong jenazah agar menghadap kiblat. Tapi beratnya minta ampun. Setelah beres, mereka buru-buru menuju pintu untuk keluar tanpa banyak bicara tentang kejadian tadi.

Berikutnya orang sebelah rumah Kakty yang dapat giliran jaga. Orang-orang yang jaga sebelumnya tak bercerita tentang keanehan itu. Tak sampai sepuluh menit orang yang mendapat giliran jaga berikutnya itu mengetuk rumah Kakty.

Katanya, mereka melihat jenazah berada di dapur. Kakty dan keluarganya tentu saja tidak percaya, tak mungkin jenazah bisa bangun.

Rupanya maksud penjaga itu, jenazah tetangga itu bukan bangkit tapi berbaring di dapur. Dia menantang keluarga Kakty untuk melihatnya sendiri. Saat melihat ke dalam, mereka melihat jenazah di ruang tamu. Mereka kemudian memanggil anak almarhumah dan menceritakan kejadian-kejadian aneh tersebut.

Anaknya tak percaya. Malah memaki-maki warga yang mengurus jenazah sang ibu. Dia bilang para tetangga itu hanya beralasan karena tak mau jaga jenazah ibunya. Malas adu mulut, para tetangga pun pulang. Tinggal sang anak dan jenazah ibunya di rumah itu.

Membakar Benda Milik Ibunya
Tapi para tetangga tetap prihatin, dan menjenguk keluarga yang berduka itu. Tapi kejadian-kejadian aneh yang dialami semakin parah.

Saat datang, anaknya mengunci rumahnya sementara dia membeli makanan. Namun saat balik ke rumah, nasi berserakan di dalam dapur. Rumah pun berbau busuk.

Sang anak melihat jenazah ibunya bergerak-gerak. Ustaz bilang ibunya kemungkinan mengamalkan ilmu hitam. Anaknya kadang melihat ibunya duduk menyuapi orang di dapur. Tapi dia tidak tahu siapa yang disuapi itu.

Ustaz pun membaca ayat-ayat Alquran. Begitu tali pocongnya dibuka, semua orang terkejut. Muka jenazah itu biru. Setelah itu ustaz menyiramnya dengan air mawar sehingga bau rumah itu kembali wangi. Tidak sampai 10 menit muka almarhumah kembali normal.

Esok paginya Kakty tidak ikut mengantar jenazah ke kuburan. Tapi mendengar cerita, anaknya membakar sebuah benda milik ibunya. Tapi benda itu tidak terbakar sebab sudah menyatu. Apa yang terjadi dengan benda itu sampai sekarang Kakty tidak tahu.

Tapi memang rumah tetangga Kakty itu memang seram bagi orang luar kampung walaupun hanya memandangnya saja. Tapi bagi para tetangga, kata Kakty, kondisi rumahnya yang demikian itu sudah biasa.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *