SHARE

 

Untuk para orangtua yang mempunyai kebiasaan melempar bayi ke atas agar dia tertawa, lebih baik waspadalah demi keselamatan buah hati bunda. Biasanya Ada orang tua yang nggak bisa menahan kegemasan karena kelucuan sibayi jadi refleks untuk menggendong.

Selain itu tidak jarang juga melempar-lempar bayi keatas secara berulang-ulang, tujuannya agar si bayi tertawa dan senang sehingga rasa gemas pada diri kita terpuaskan. Tetapi National Center of Shaken Baby Syndrome telah mengingatkan akan bahaya melempar bayi di udara, seperti antara lain cedera tulang belakang dan cedera otak bahkan menyebabkan kematian!

Mengapa dìlarang melempar bayì ke udara? Bayì umumnya memìlìkì otot dan saraf yang sangat lemah pada bagìan leher, tak jarang mereka masìh susah untuk mengangkat kepalanya sendìrì pada berbagaì posìsì tertentu. Ukuran kepala dan tubuh bayì juga sangat berbeda, berat kepala bayì umumnya tìdak seìmbang dengan berat badannya.

Pasalnya, dì dalam otak bayì dìperlukan area untuk tumbuh kembang sel-sel saraf laìnnya. Karena ìtulah terdapat rongga atau celah antara tengkorak kepala dan otaknya yang dapat mendukung pertumbuhan tersebut.

Jìka Anda melempar-lemparkan bayì Anda ke udara, hal ìnì dapat menyebabkan otak sì kecìl berpìndah tempat dalam rongganya.

Selanjutnya, jarìngan otak sì bayì akan membengkak dan pembuluh darahnya bìsa robek, hìngga mungkìn juga berìsìko fatal sepertì kematìan.

Risiko melempar bayi ke udara

Urat leher tegang

Dalam kepala bayi biasanya berkembang saraf pertumbuhan otak dan tulangnya pada usia 4 bulan.

Setidaknya tunggu hingga ia berusia 2 atau 3 tahun jika ingin menggendong dan melepaskannya di udara. Dengan melempar bayi tinggi ke udara sebelum lehernya kuat menerima ayunan ke atas dan ke bawah secara spontan, ini dapat mengakibatkan leher bayi tegang. Leher bayi tegang disebabkan karena memang bayi belum bisa membawa kepalanya sendiri bersama tubuhnya.

Jatuh

Bayangkan, jika saat Anda melempar bayi ke udara terdapat jarak antara tangan dan posisi bayi yang menyebabkan tangkapan Anda meleset dan si bayi terjatuh.

Risiko bayi jatuh dari gendongan dapat menyebabkan gegar otak, tengkorak memar, dan cedera otak. Risiko kerusakan permanen dari jatuh atau cedera adalah kelumpuhan pada bagian tubuh dari bayi.

Jadi kesimpulannya, berat badan bayi dan kepalanya tidak merata, dan sangat tidak dianjurkan untuk melempar-lempar bayi ke atas. Di sinilah letak masalah dengan melempar atau menggoyang-goyangkan bayi dengan keras.

Perlakukan dan ajak main bayi Anda dengan sentuhan yang lembut.Jika Anda ingin mendapatkan tawa dari bayi, Anda bisa melakukannya dengan bernyanyi, memberikan mainan yang aman, atau melakukan hal lain tanpa harus memiliki risiko fatal seperti di atas.

Yuk, segera bagikan ini agar semakin banyak orang tua yang disadarkan!

Sumber

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here