SHARE

Semua orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Namun, beberapa orangtua yang belum mengerti bagaimana cara yang merawat anak, malah membuat si kecil merasa tidak nyaman, bahkan menyebabkan bayi bertumbuh dengan tidak baik atau sakit.

5 hal di bawah ini adalah contoh yang tidak boleh dilakukan pada bayi yang baru lahir:

1. Mencukur rambut

Orangtua biasanya mencukur rambut bayi ketika mereka sudah berusia 1 bulan atau 100 hari, hal ini dilakukan agar ke depannya rambut si kecil dapat tumbuh cepat dan banyak.

Namun, sebenarnya hal ini malah dapat mengganggu pertumbuhan anak, karena alat pencukur malah dapat merusak folikel rambut si kecil.

Baik buruknya pertumbuhan rambut bayi tidak mengartikan kualitas rambut baru ke depannya. Kira-kira ketika bayi berusia 6 bulan, folikel rambut anak akan berganti dengan sendirinya. Jadi, mengenai pertumbuhan rambut bayi sebenarnya tidak perlu khawatir, selama nutrisi tercukupi, rambut akan jatuh dengan sendirinya.

2. Mencium bibir atau mencubit pipi

100% orangtua kerap melakukannya, namun sebenarnya hal ini tak boleh dilakukan. Dengan mencubit pipi, maka akan meninggalkan warna merah dan kebiruan ke dalam kulit. Perubahan warna yang merupakan hasil dari aksi mencubit merusak pembuluh kapiler di kulit.

Pembuluh darah di bawah kulit kita yang rusak membuat daerah yang terkena menjadi memar. Selain itu, juga dapat menyebabkan terbentuknya pembekuan darah / gumpalan darah di bawah kulit yang dikenal sebagai 「Hematom」.

Daya tahan bayi yang baru lahir masih belum kuat, biasanya banyak orang dewasa karena merasa gemas akan langsung menciumnya, padahal sebenarnya dengan begitu bakteri dapat lebih mudah menular ke bayi dan menyebabkan si kecil sakit. Oleh karena itu, sebaiknya tidak mencium mulut bayi.

3. Tidak membersihkan kerak kepala

Kebanyakan orangtua merasa kerak tidak boleh dibersihkan dan menganggap kerak berguna untuk melindungi kulit kepala. Padahal sebenarnya itu adalah sekresi kulit kepala yang dapat menyebabkan kegatalan dan mengganggu pertumbuhan rambut.

Oleskan minyak zaitun ke area kepala yang berkerak sambil dipijat-pijat lembut, kemudian diamkan beberapa jam supaya kerak jadi melunak dan lebih mudah diangkat. Kemudian, keramas rambut bayi ketika mandi, maka keraknya ikut rontok.

4. Posisi tidur bayi

Membiarkan bayi tidur terlentang dalam jangka waktu yang panjang akan membuat kepala bayi datar. Karena itu, posisi bayi ketika tidur sebaiknya berganti-ganti, kadang ke kiri, kadang ke kanan, kadang lurus.

Setelah minum susu, sebaiknya tidak membiarkan bayi tidur terlentang, agar tidak mudah muntah atau tersedak. Ketika bayi sedang terlentang ke samping kanan atau kiri, sebaiknya berhati-hati, jangan sampai telinga tertindih.

5. Menyalakan lampu ketika tidur

Orangtua baru biasanya suka menyalakan lampu di malam hari, agar lebih mudah mengamati bayi, namun hal ini tidak hanya berpengaruhi pada kualitas tidur si kecil, tapi juga mempengaruhi perkembangan visualnya.

Cahaya yang mengenai tubuh si kecil, akan membuatnya cemas, tegang, sulit tidur dan mudah terbangun. Bayi yang tidur di bawah cahaya lampu memiliki presentase terkena miopi (rabun jauh) 4 kali lebih tinggi dibanding bayi yan tidur dalam gelap.

Yah, untuk menjaga kesehatansi kecil, sebaiknya orangtua belajar lebih banyak tentang bagaimana cara mengasuh anak yang benar. Yuk share artikel ini ke teman-temanmu agar mereka tahu!

Sumber

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here