SHARE

… Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” (QS. al-Baqarah [2] : 61)

Tak ada yang berani membantah, bahwa bawang merah dan bawang putih adalah bumbu masak yang sangat penting. Saya rasa tidak ada masakan Indonesia maupun masakan asing yang tidak menggunakan bawang putih atau bawang merah. Tanpa keduanya rasa masakan akan menjadi hambar tidak berselera.

Begitu pentingnya keberadaan bawang bagi bangsa Indonesia, maka ketika harganya berlipat-lipat tidak seperti biasanya, maka yang timbul adalah kehebohan nasional.

Bayangkan, dulu pernah harga sekilo bawang putih mencapai Rp 90.000, dan bawang merah lebih dari Rp 70.000 (biasanya tidak sampai belasan ribu sekilo).

Jika hal itu terjadi maka tidak hanya emak-emak yang mengeluh, tetapi para pedagang makanan seperti pengusaha rumah makan, pedagang bakso, pedagang nasi goreng, dan lain-lain ikut terkena dampaknya.

Saya tidak akan membicarakan tentang sebab musabab mahalnya harga bumbu dapur tersebut, tapi kali ini hubungan bawang merah dan bawang putih dalam kitab Al Qur’an.

Percayakah anda bahwa bawang putih dan bawang merah ternyata disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Quran?

Selain disebutkan nama keduanya, juga disebut buah mentimun, kacang adas, pisang, kurma, delima, gandum, tin, zaitun dan labu.

Riwayat Asbabun Nuzul penyebutan bawang putih dan bawang merah dalam Al Qur’an

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نَصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُمْ مَا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” [QS. Al Baqarah : 61]

Ketika itu Nabi Musa a.s membawa umatnya (bangsa Yahudi) keluar (eksodus) dari negeri Mesir menuju tanah yang dijanjikan. Rombongan itu terdiri dari kabilah-kabilah (suku-suku) yang sangat banyak jumlahnya. Namun umat Nabi Musa ini sangat cerewet kepada nabinya.

Mereka selalu meminta Musa memohon kepada Tuhan agar diturunkan beraneka jenis makanan dari langit. Setelah bosan dengan makanan manna [1] dan salwa [2], mereka lalu meminta lagi yang lain, seperti disebutkan di dalam Surat Al-Baqarah ayat 61 diatas.

Nah, itulah yang saya maksud bahwa bawang putih dan bawang merah disebutkan secara jelas di dalam Al-Quran. Itu artinya umat manusia sejak zaman dulu pun sudah tergantung pada kedua bumbu ini. Jadi, ketika harga kedua bumbu dapur tersebut melejit sangat tinggi, wajarlah semua emak-emak pada heboh.

Berbagai khasiat bawang merah

Siapa yang tidak kenal bawang merah? Pastilah kita mengetahuinya, karena barang itu ada di setiap rumah. Yaitu sejenis sayuran dari keluarga liliceae, sayuran yang memiliki aroma menyengat karena kandungan sulfat adil, yaitu zat belerang yang sudah menguap.

Oleh sebab itu, hendaknya berhati-bati menggunakan bawang merah iris yang disimpan, karena akan layu dan menjadi bahan beracun. Maka harus digunakan dalam keadaan segar agar khasiat bawang merah dapat dirasakan.

Terbukti secara ilmiah bahwa perasan bawang merah dapat membunuh kuman sabahiyah dan kuman TBC segera musnah begitu seseorang menghirup uap bawang merah.

Firman Allah:

“….Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabbmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur mayurnya, ketimunya, bawang putih-nya, kacang adasnya, dan bawang merahnya.” (al-Baqoroh [2]: 61)

Kawasan yang termashur dengan bawang merah didunia ini adalah pulau Syindwil Basuhaj, dimesir.

Al Imam Ar-Rozi berkata, ”jika bawang merah diberi cuka, maka akan mengurangi pedasnya, lambung akan kuat. Bawang merah yang diberi cuka akan sangat menambah gairah. Oleh sebab itu, penduduk dipegunungan Mesir menkomsumsi bawang merah bakar, sehingga badannya kuat, wajahnya memerah dan ototnya kuat.

Ibnu Baitar berkata,” manfaat bawang merah menambah nafsu makan, melembutkan dan membikin haus perut, jika direbus akan melancarkan kencing, memakan bawang merah rebus akan meninggkatkan libido. Bau bawang merah bisa dihilangkan dengan kenari bakar dan keju goreng.

Al-anthaki berbicara tentang manfaat bawang merah,”bawang merah dapat membuka sumbatan, menimbulkan dua gairah, utamanya yang direbus dengan daging, menghilangkan penyakit kuning, memperlancar kencing dan haid serta melarutkan batu.

Sebuah majalah terbitan Perancis menulis bahwa ahli kedokteran George Luckvisky menginjeksi banyak pasien-utamanya penderita kanker dengan serum bawang merah, ternyata mendapatkan hasil yang sangat menggembirakan.

Bahan-bahan aktif medisinal yang terdapat dalam bawang merah adalah vitamin C yang anti pembusukan dan menambah gairah, hormon-hormon seks penambah gairah kaum lelaki, bahan colocnim, yaitu sejenis insulin yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh sebab itu, bawang termasuk obat-obatan yang berguna bagi penderita sakit gula. Didalam bawang merah juga terdapat belerang, besi dan vitamin yang dapat menguatkan otot-otot.

Bawang merah juga mengandung zat pelancar air seni dan empedu, penambah stamina jantung, enzim-enzim yang berguna bagi perut, zat-zat pengaktif kelenjar dan hormone.

Dapat dipastikan bahwa dalam bawang merah terdapat zat antibiotika yang lebih kuat dari pinisilin, ormayusin, dan sulfat. Sehinnga dapat menyembuhkan TBC, sipilis, kencing nanah dan membunuh banyak jenis kuman yang berbahaya.

Kita temukan petani-petani miskin yang bergantung pada makanan yang banyak bawang merah segar akan menjadi lebih kuat dari pada orang kaya yang makan makanan enak dan bergizi serta hidup dalam kemewahan.

Kita percaya bahwa umur di tangan Allah, tetapi secara empiris terbukti bahwa orang-orang yang panjang usia adalah orang yang paling banyak mengkonsumsi bawang merah. Orang-orang yang kuat yang jauh dari penyakit banyak banyak mengkonsumsi bawang merah.

Sedikit sekali orang yang mengkonsumsi bawang merah terserang Kanker, TBC, atau lemah. Merekalah orang-orang yang kuat melawan penyakit. dengan begitu banyaknya khasiat bawang merah tunggu apalagi kita manfaatkan mulai dari dapur kita.

Sumber: Mu’jizat kesembuhan, Abul Fida Muhammad ‘Izat Arif–alQowam

Beragam manfaat bawang putih

Tidak akan ada di dunia ini, dapur yang kosong dari bawang putih. Ia bersama sejenisnya, yaitu bawang merah tergolong obat yang paling terkenal di dunia.

Dan sangat jarang keranjang yang tergantung di dapur atau di atas meja makan, sebagai lalapan perangsang makanan, luput dari benda yang satu ini.

Tumbuhan ini berasal sari keluarga liliaceae (satu keluarga dengan bakung, asparagus, bawang merah dan perai).

Bawang putih Mesir merupakan jenis bawang putih terbaik di dunia, karena kondisi tanah dan pengaruh sungai Nil. selain manfaat bawang putih, tumbuhan ini memiliki keistimewaan aroma yang menyengat, sehingga banyak orang tidak mengkonsumsi nya, padahal ia mengandung manfaat dan khasiat bagi kesehatan.

Oleh karena itu, nama bawang putih dalam bahasa latin (allium sativun) memiliki arti seledri beraoma menyengat. Dalam bahasa arab, bahasa Al-Quran disebut Fum, dan ini merupakan bahasa yang paling fasih, sedangkan tsaum adalah bahasa Fir’aunis.

Untuk menghilangkan aroma bawang putih makanlah apel atau kunyahlah daun menthol hijau atau peras cengkih. Sekedar untuk diketahui, memasak bawang putih merusak khasiat pengobatannya. Dan semakin lama disimpan maka khasiatnya semakin kuat, setelah daunnya dikeringkan dengan baik.

Telah terukir di piramida sejak 4500 tahun yang lalu bahwa bawang putih diberikan kepada para pembuat piramida agar bisa meningkatkan kekuatan dan vitalitas mereka.

Guru saya, syaikh Haidar, pernah menasehati saya, ”jika kamu ingin kuat dan cerdas, maka makanlah bawang putih setiap hari lantas minum segelas susu pada pagi hari setelah Bangun tidur.”

Daud al Anthaki berkata bahwa khasiat bawang putih bisa menyembuhkan lebih dari empat puluh macam penyakit.

Konon para pegulat Romawi mengkonsumsinya sebelum pertandingan untuk mendapatkan daya kekuatan dan kecepatan. Secara ilmiah telah ditetapkan, bahwa khasiat bawang putih membersihkan kolesterol yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan sakit jantung.

Bawang putih dapat melarutkannya dan membersihkan darah dari segala kuman dan bakteri. Oleh karena itu, ia bisa berfungsi sebagai antibiotik. Disebutkan pula bahwa ia dapat menghambat penyebaran racun ular pada diri manusia, dan dapat membersihkan perut dari parasit.

Pakar Kedokteran Islam, Ibnu Sina menyatakan, “Bawang putih dapat melemaskan dan menghilangkan bengkak, membersihkan kulit dan berguna untuk mencegah perubahan air. Abunya jika dilulurkan dengan madu sangat berguna untuk penyakit kulit, bermanfaat untuk mengobati alopesia dan pegal dipinggang. Bawang putih rebus di goreng dapat mengurangi sakit gigi, berkumur dengan air rebusannya selain mengurangi sakit gigi juga dapat membersihkan kerongkongan. Berkhasiat untuk batuk yang menahun, juga sakit dada karena kedinginan. Duduk diatas rebusan daunnya mengandung khasiat melancarkan kencing dan haid. Minum bawang putih tumbuk yang dicampur dengan madu dapat mengeluarkan dahak.

Bawang putih mengandung 49%protein, 25% zat belerang, garam, hormon, yang dapat menguatkan kemampuan 5ek5u4l, antibiotika, pelancar kencing, liver dan darah haid; dan enzim-enzim karbonat.

Ia juga dapat melarutkan lemak dan mengandung zat-zat yang membunuh bibit-bibit cacing. Dan setiap kali penelitian dan observasi dilakukan, semakin tanpak manfaat dan keajaibannya.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menciptakan bawang merah dan bawang putih untuk dikonsumsi seluruh umat manusia.

[1] Mengenai makanan bernama ‘Manna’ dan ‘Salwa’ ini, para Ulama’ Ahli Tafsir berbeda pendapat. Pandangan dari para pakar berbeda-beda mengenai dua hal itu. Ali bin Thalhah, dari Ibnu Abbas r.a., menjelaskan bahawa al-manna atau Manna yang disebutkan dalam ayat di atas jatuh tepat di atas pohon, kemudian Bani Israel mengambilnya pada pagi hari dan memakannya sesuai dengan yang mereka sukai.

Menurut riwayat lbnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas, beliau berkata bahawa ‘Manna’ adalah suatu makanan manis, berwarna putih yang biasanya melekat pada batu-batu dan daun-daun kayu. Rasanya manis dan enak; semanis madu, sehingga ada penafsir yang memberinya arti madu. Apabila makanan itu di makan, maka yang memakannya akan merasa kenyang. Mereka boleh membawa keranjang setiap pagi untuk mengambilnya.

Mengenai maksud ‘Manna’ ini, Perjanjian Lama Keluaran XI juga mengungkapkan bahawa yang disebut ‘Manna’ adalah sesuatu yang datang bersama embun pagi sekeliling perkhemahan. Makanan tersebut membeku dan halus seperti sisik. Sedangkan dalam Bilangan XI ayat 7 dijelaskan bahawa al-manna adalah makanan berbentuk seperti ketumbar (rempah). Bani Israel memungut dan menggilingnya dengan batu gilingan atau menumbuknya dalam lesung. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bulat. Rasanya seperti rasa masakan yang digoreng.

Sementara itu, menurut Syeikh Mutawalli Sya’rawi, Ulama’ Ahli Tafsir dari Mesir, menyebutkan bahawa ‘Manna’ adalah sejenis makanan berbiji-biji berwarna merah yang terhimpun pada dedaunan, yang biasanya turun saat fajar menjelang terbitnya matahari. Sampai saat ini, kata dia, ‘Manna’ masih dapat ditemukan di sebahagian daerah di Iraq. Banyak orang yang keluar di pagi hari membawa kain-kain putih yang lebar dan meletakkannya di bawah pohon-pohon yang dedaunannya dihinggapi butir-butir merah itu, kemudian menggerakkannya sehingga butir-butir atau bijian tersebut berjatuhan di atas kain putih tadi. Asy-Sya’rawi, melalui Kitab Tafsirnya, menterjemahkan kata “al-manna” sebagai makanan yang sangat lazet bagaikan manisan dari madu.

Thahir bin Asyur, Ulama’ Tafsir juga, menyebutkan bahwa “al-manna” atau “Manna” adalah satu bahan semacam jem dari udara yang hinggap di dedaunan, semacam buah kismis. Rasanya manis bercampur asam dan berwarna kekuning-kuningan. Banyak ditemukan di Turkistan dan sedikit di tempat lain. Makanan tersebut baru ditemukan di Sinai sejak masa Bani Israel tersesat di sana.

Pendapat ini diperkuat oleh pendapat yang lain yang menyebutkan bahawa “al-manna” adalah sejenis getah yang dapat dimakan. Al-manna kadang pula diertikan semacam embun yang menyerupai sari buah yang turun pada pagi hari, namun ia enak untuk dimakan. Ada juga yang berpendapat bahawa “al-manna” adalah jenis minuman.

[2] Adapun salwa merupakan sejenis burung puyuh yang dagingnya empuk nan gurih.

Wallahu A’lam.

Sumber

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here