SHARE

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

‎وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.al-Fath:7)

Alam semesta adalah bala tentara Allah. Langit, bumi, hewan, tumbuhan, angin dan makhluk-makhluk lainnya adalah pasukan yang siap melaksanakan apapun kehendak Sang Pencipta. Selain itu ada pula tentara Allah yang tak mampu dilihat oleh mata.

Kali ini kita akan mengutip beberapa tentara Allah yang menjalankan tugas besar yang diabadikan didalam Al-Qur’an.

1, Burung Hudhud meng-islamkan satu negara.

Satu Negeri Saba’ menjadi beriman kepada Allah karena jasa burung Hudhud yang membawa informasi kepada Nabi Sulaiman as.

2, Gajah-gajah pasukan Abrahah enggan menyerang Ka’bah.

‎أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?” (QS.al-Fiil:1)

3, Burung-burung Ababil menghancurkan pasukan yang ingin menyerang Ka’bah.

‎وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

“Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong.” (QS.al-Fiil:3)

4, Burung gagak mengajari manusia cara mengubur orang yang mati.

‎فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ

“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya.” (QS.al-Ma’idah:31)

5, Angin menjadi bala tentara Allah di perang Ahzab.

Allah swt berfirman,

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu bala tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.” (QS.al-Ahzab:9)

6, Lalat menjadi sebab kematian Namrud.

Siapa yang tak kenal Namrud? Raja dzalim yang memiliki kekuasaan yang besar di muka bumi. Namun bagaimana kisah di akhir hayatnya?

Ternyata Namrud dengan segala kekuasaannya tak mampu menghadapi tentara Allah sekecil lalat. Hewan kecil ini masuk ke kepala Namrud sehingga membuatnya kesakitan. Namrud pun mati karena memukuli kepalanya sendiri.

Seorang Raja yang begitu congkak mati dengan sangat hina karena seekor lalat kecil.

Makhluk-makhluk di alam ini berlomba menjadi bala tentara Allah. Sementara manusia sebagai makhluk yang paling mulia malah menjerumuskan diri dalam kehinaan. Hingga Al-Qur’an menyebut mereka lebih hina dari binatang ternak.

‎ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS.al-A’raf:179)

Apakah kita ingin menjadi tentara-tentara Allah atau lebih memilih menjadi lebih hina dari binatang?

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here