Mengerikan! 5 Suku Ini Punya Ritual Gila untuk Anak Laki-laki, Satunya Ditusuk Hidup-hidup

Posted on
 

Semua orang pasti pernah mengeluh dengan hidupnya. Merasa jika orang lain lebih beruntung dan kita selalu sial.

Padahal di dunia ini ada lebih banyak kaum manusia yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Bahkan untuk bertambah dewasa saja mereka harus melalui serangkaian “uji coba”.

Jika sebagian daerah di Indonesia anak laki-laki dikitan sebagai tanda menuju kedewasaan, tidak dengan suku-suku ini.

Dilansir TribunTravel.com dari laman therichest.com, beberapa kelompok ini memiliki ritual paling gila untuk anak laki-laki mereka. Dan mungkin hal ini akan membuatmu bersyukur lahir di sini bukan di antara mereka.

1. Sarung TanganSemut
Cara untuk menentukan kedewasaan tentu sangat berbeda dan kadang terdengar aneh. Beberapa suku memilih merayakan dengan pesta yang menyenangkan.

Akan tetapi tidak dengan suku ini. Adalah suku Satere Mawe. Suku di pedalaman hutan Amazon, Brazil ini memiliki ritual yang menyakitkan saat seorang laki-laki remaja beranjak dewasa.

Remaja tersebut harus memasukkan tangan mereka ke dalam sarung tangan yang berisi semut peluru selama sepuluh menit.

Tidak hanya satu atau dua semut peluru yang ada di sarung tangan terbuat dari daun tersebut. Ada ratusan hingga ribuan semut peluru yang siap-siap menggigit tangan remaja di suku tersebut.

2. Meluncur ke Tanah
Mungkin terdengar aneh, namun ritual ini tergolong cukup berbahaya. Ritual ini mirip dengan Mengambil konsep yang mirip dengan melompat dari ketinggian namun kemungkinan kematian sangat tinggi.

Orang-orang suku Vanuatu mengambil bagian dalam ritual ini setiap tahun pada saat panen, tapi itu dilakukan oleh laki-laki.

Para penduduk desa membangun menara kayu baru setiap tahun, untuk spot meluncurnya. Ketinggiannya 10 sampai 100 kaki dan kadang-kadang lebih.

Orang-orang yang ingin menjadi bagian dari relawan harus mendaki menara dan dan sebelum mencobanya, kaki harus diikat dengan semancam ranting.

Kemudian mereka mulai melemparkan diri dari atas. Sayangnya ritual ini sering berakhir dengan cidera.

3. Pertandingan Cambuk
Suku Fula melakukan pertandingan cambuk sebagai wujud pertempuran fisik dua anak laki-laki dalam upaya diakui sebagai manusia.

Lebih parahnya, cambuk anak-anak Fula ini memiliki duri yang siap merobek kulit. Anak laki-laki yang bertanding juga tak sedikit yang menunjukkan rasa sakitnya.

4. Berburu Singa
Sebuah suku yang dikenal sebagai Masai ingin mengganti kelas prajurit mereka setiap 6-10 tahun sekali.

Untuk melakukan hal ini, pemuda yang telah disunat akan ditempatkan ke kamp prajurit. Di sanalah mereka tinggal sampai saatnya mereka untuk mengambil alih keprajurutan.

Ada sekali waktu ketika prajurit ini akan dipaksa untuk membuktikan keberanian mereka dengan mengintai, berburu, dan membunuh seekor singa hanya dengan pengetahuan mereka sendiri bermodal tanah dan tombak.

5. Kait Gantung
Kait Gantung adalah ritual yang dilakukan oleh Mandans, suku asli Amerika. Pada dasarnya, anak di suku Mandan yang siap untuk naik menuju kedewasaan akan mulai perjalanannya dengan berpuasa selama tiga hari.

Kemudian, sebelum digantung kulit mereka akan ditusuk dengan sebilah kayu, dan para tetua akan menempatkan bilahan besar di dada, punggung, dan otot bahu.

Sudahkah traveler bisa membayangkan bagaimana rasanya. Namun mereka diminta untuk tidak menangis.

Jika mereka pingsan di gantungan maka meraka akan diturunkan dan setelah sadar jarinya akan dipotong untuk persembahan para dewa.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *