SHARE

Salah satu keputusan terbesar dalam hidup adalah ketika seseorang memutuskan untuk menikah. Melalui pernikahan kita akan mengikat janji dan berkomitmen untuk menjalani kehidupan bersama orang lain seumur hidup.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, dan itu bukanlah perkara yang sepele. Menikah bukan ketika kita ketemu orang yang tampan ataupun cantik yang kemudian cocok langsung memutuskan untuk menikah.

Karena saat kamu mantap untuk menikah, kamu harus memperbanyak bekal untuk menjalani perjalanan sebagai suami istri kelak. Kamu juga harus belajar banyak tentang kehidupan berumah tangga.

Tapi Mampukah Kita Bertahan Membangun Pernikahan Dalam Waktu Yang Lama?

Ingatkah saat pertama kali kita jatuh cinta? Kita memuja pasangan seolah-olah ia adalah orang paling sempurna di dunia. Tapi setelah pernikahan berjalan beberapa bulan, tentu rasa yang berbeda mungkin akan muncul.

Seperti halnya rasa jenuh, karena kejenuhan adalah salah satu hambatan utama dalam menciptakan hubungan jangka panjang yang penuh cinta. Dan hal ini juga harus sudah bisa kita prediksi sebelum menikah, dengan bersiap untuk saling menjaga perasaan masing-masing baik suka maupun duka.

Mampukah Kita Tidak Bersikap Egois Dan Saling Menghargai Kekurangan Dan Kelebihan Yang Ada Pada Pasangan?

Dan sebelum kita memutuskan untuk menjalin rumah tangga dengan orang yang suadah kita anggap baik, kita harus selalu melatih diri agar keegoisan yang kita miliki masing-masing tidak akan pernah merusak komitmen ketika sudah benar-benar hidup dalam satu atap.

Kita harus sudah bisa meyakinkan diri kita masing-masing agar hidup dengan saling menghargai satu sama lain, kita harus sepakat untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kita.

Mampukah Kita Meredam Rasa Kecewa Dan Penyesalan Ketika Masalah Mulai bermunculan?

Saat kamu memutuskan untuk menikah, kamu harus yakin bahwa kamu sudah memilih orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupmu selamanya.

Tapi jika tiba-tiba kamu merasa sangat ragu padanya jangan sampai kamu tetap meneruskan niat menikah hanya karena ingin mempertahankan kesempurnaan fisik yang pasangan miliki.

Sebab, jika sudah menikah nanti kamu bisa akan merasa sangat bosan, bahkan sampai berpikir bahwa keputusanmu untuk menikah itu adalah kesalahan besar. Tapi yang terpenting adalah bagaimana caranya agar kamu bisa kembali yakin pada keputusan yang telah kamu ambil.

Jangan hanya mengharapkan kebahagiaan semata, tapi berharaplah agar kamu punya kemampuan untuk menghadapi segala rintangan yang mungkin akan muncul dalam rumah tangga yang akan kalian bina.

Mampukah Kita Berjanji Untuk Tidak Saling Membuaka Aib Pasangan Kepada Orang Lain?

Dan yang terpenting untuk menjadi bahan pertimbangan yang lainnya dengan calon pasangan kita sebelum menikah adalah mampunya kita untuk saling berjanji agar tidak akan pernah membuka aib masing-masing ketika sudah bersama.

Sebab, ketika kita dan pasangan sudah tidak bisa menjaga aib keluarga maka jangan heran jika celah kecil akan menjadi pemicu retaknya keharmonisan rumah tangga yang kita jalin.

Karena Menikah Ini Bukan Hanya Sekedar Keputusan Nafsu, Tapi Kemantapan Hati

Dan yang paling penting untuk pertimbangan selanjutnya adalah kita menikahi pasangan kita bukan hanya karena ia cantik ataupun tampan semata. Kita tidak boleh memutuskan untuk menikah hanya sekedar memenuhi nafsu belaka, karena menikah itu adalah cara kita untuk menyempurnakan agama Allah, maka kemantapan yang kita Ambil harus benar-benar keluar dari hati nurani kita.

 

 

sumber: humairoh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here