SHARE

Yang sering terjadi untuk para wanita muslim yang masih sedikit awam belajar mengenakan hijab adalah mengartikan aurat seorang wanita itu hanya bagian kepala saja, karena mendengar kata tutup aurat dengan hijab itu identik dengan sebuah kerudung.

Jadi tak jarang para wanita mengenakan baju terbuka sebahu tapi kepalanya dibalut dengan kerudung, dan ada pula yang mengenakan baju ketat tapi kepalanya memakai kerudung yang hanya sedada.

Padahal aurat seorang wanita bukan hanya dibagian kepala saja yang harus ditutupi. Sebab, mahkota seorang muslimah sejati itu adalah menjulur keseluruh tubuh.

Muslimah Sejati Itu Harus Tahu Bedanya Menutup Aurat Dan Membungkus Aurat

Jilbab bukan lagi menjadi kata yang asing didengar belakangan ini, di mana wanita muslimah berbondong-bondong untuk mengenakan jilbab dengan prasangka baik bahwa mereka melakukannya sebagai wujud ketaatan akan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Ada perasaan nyaman bagi sebagian orang yang mengenakannya, karena pakaian yang dikenakannya akan meninggalkan kesan yang ‘lebih Islami’, terlepas dari cara dan mode pakaian yang dia kenakan.

Yang tidak banyak disadari, atau mungkin lebih sering diabaikan, bahwa jilbab bukan sekedar mengenakan pakaian lengan panjang, betis tertutup hingga tumit, dada dan leher terhalang dari padangan orang.

Bahwa jilbab bukan sekedar membungkus anggota-anggota tubuh yang tidak semertinya terlihat selain mahram. Tidak, Jilbab lebih dari itu!

Muslimah Sejati Harus Tahu Bahwa Menutup Aurat Itu Bukan Sekedar Menutup Rambut, Tapi Menutupi Bagian Dada Dan Perhiasan Yang Dikenakan

Terkadang ada sebagian wanita yang memakai pakaian panjang lengkap dengan kerudung dikepala, tapi tak berniat untuk benar-benar menutupi seluruh auratnya.

Ia masih lupa untuk menutupi bagian dadanya yang menonjol, dan masih gemar memperlihatkan perhiasan yang ia gunakan untuk melengkapi aksesories bajunya.

Padahal berhijab menurut Islam adalah menutupi perhiasan, dan bagian dada agar tidak terjadi fitnah. Karena wanita muslim haram hukumnya memperlihatkan perhiasan yang dikenakan kepada selain mahramnya.

Muslimah Sejati Harus Tahu Bahwa Nikmat Tubuh Yang Allah Berikan Bukan Untuk Konsumsi Public

Islam telah memuliakan wanita, menjaga kehormatan wanita dengan menetapkan batasan-batasannya, bukan untuk menjadikan wanita terkekang, sebaliknya bahkan untuk melindungi kaum wanita.

Tubuh seorang wanita adalah milik pribadinya, bukan properti umum yang dapat dilirik, ditaksir dan diberikan penilaian. Wanita sejatinya adalah individu yang bebas, ketika dia mengikuti apa yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya bagi dirinya.

Jangan mengira bahwa wania-wanita yang tampil trendi itu adalah orang-orang yang memiliki kebebasam memilih, karena toh mereka terkungkung oleh pandangan orang lain.

Muslimah Sejati Harus Tahu Bahwa Menutup Aurat Bukan Hanya Ketika Keluar Dari Rumahnya

Ini yang sering menjadi salah kaprah dikalangan masyarakat bahwa menutup aurat atau mengenakan baju rapi yang lengkap dengan kerudungnya hanya untuk keperluan diluar rumah saja.

Alih-alih alsannya karena dirumah itu hanya ada keluarga bukan orang lain, tapi yang dimaksud keluarga yang boleh melihat aurat kita hanya untuk yang mahram saja, seperti suami, anak laki-laki, ponakan laki-laki yang bukan dari suaminya, dan ayahnya, saudara laki-laki ayahnya, ayah dari ayahnya, dan juga cucu laki-lakinya.

Selain itu haram hukumnya membuka aurat didepannya. Muslimah sejati harus tahu peraturan itu, agar tidak selalu membenarkan sesuatu yang salah karena sudah biasa.

Muslimah Sejati Harus Tahu Bahwa Menutup Aurat Tubuhnya Adalah Kewajiban, Bukan Kebiasaan Turun Temurun Wanita Muslim

Jangan sampai kita menganggap bahwa menutup aurat itu kebiasaan turun temurun seorang wanita muslim, melainkan ini kewajiban seorang muslimah untuk menjaga amanah Allah yang telah diberikan kepadanya.

Sebab, jika niat kita untuk menutup aurat hanya sekedar berniat untuk mengikuti kebiasaan orang islam, ketika ada sesuatu yang kurang pas dengan pemahaman kita nanti akan gampang dipengaruhi. Maka dari itulah wanita muslim sejati harus tahu tujuan untuk menjaga mahkotanya adalah sebuah kewajiban.

 

sumber: humairoh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here