Astagfirullah, Tak Kuat Menanggung Arisan, Pria Ini Nekat Bunuh Diri Dengan Menenggak Racun

Posted on

SJ (49) warga Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor ditemukan meninggal dunia oleh Siem (49), tetangga korban pada pukul 16.30 WIB.

Siem mulanya kaget saat mendengar teriakan keras korban dari dalam rumahnya.

Siem sontak bergegas mengecek kondisi rumah karena khawatir terjadi hal buruk pada korban.

Siem kembali dibuat syok saat melihat korban sudah dalam kondisi telentang di ruang tamu rumahnya.

Pria itu sudah terbujur kaku tak bernyawa.

“Polisi yang melakukan olah TKP menduga, korban meninggal karena bunuh diri dengan cara meminum racun,” kata Kasubag Humas Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto, Sabtu (4/11/2017).

Berdasarkan data yang diperoleh tim Inafis dan Unit Reskrim Polsek Sempor saat olah TKP, diduga kematian korban akibat minum racun.

Dugaan ini diperkuat keterangan dari tim medis Puskesmas Sempor yang juga datang ke TKP.

Dari penglihatan medis, saat ditemukan, mulut korban mengeluarkan busa seperti umumnya orang yang meninggal karena keracunan.

“Tim medis yang datang juga beranggapan demikian. Untuk jenis racunnya kita belum tahu,” terang AKP Willy.

Secarik surat wasiat dan gelas bekas racun yang ditemukan polisi saat olah TKP jadi saksi bisu pria itu diduga merencanakan kematiannya.

Surat wasiat itu diduga sengaja ditulis oleh korban sebelum meninggal.

Dalam surat wasiatnya, korban menyebut dirinya memiliki utang arisan.

Korban juga meminta maaf kepada dua anaknya serta istrinya, serta meminta anggota keluarganya untuk melunasi utang tersebut.

Berikut isi surat wasiat yang ditulis dalam bahasa Jawa yakni:

SILVI SUSAN MAMAKE
AKU MINTA MAAF
BOK ANA SALAH LUPUTE
JONO DIMAAFI YA

AKU AREP BALIK KE RAHMATULOH
AKU DUWE TANGGUNGAN ARISAN TOLONG
DIBERESI YA MAK

TERIMAKASIH
SELAMAT TINGGAL

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya:

Silvi Susan Mama
Saya minta maaf
Jika ada salah Jono dimaafkan ya.

Saya akan menghadap Rakhmatullah.
Saya punya tanggungan arisan.
Tolong diselesaikan ya ma.

Terimakasih.
Selamat tinggal.

Korban selama ini tinggal di rumahnya bersama anaknya yang kedua. Saat kejadian, istrinya sedang berada di Jakarta untuk merawat cucu dari anak pertamanya.

Korban sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir di kawasan Kalitengah Gombong.

Menurut penuturan saudara kembar korban yang bernama Yono (49), warga Gombong, korban sebelumnya sering didatangi tukang tagih dari salah satu lembaga pembiayaan swasta.

Kejadian tragis ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri di Kabupaten Kebumen dalam tiga bulan terakhir ini.

Dari catatan Kepolisian, selama bulan Agustus lalu, terdapat 5 warga di kecamatan terpisah meninggal karena bunuh diri.

Pada bulan berikutnya, 3 warga Kebumen kembali dilaporkan meninggal bunuh diri.

Dugaan penyebab para korban melakukan aksi nekatnya ini pun bermacam, mulai dari sakit menahun, gangguan jiwa hingga terlilit utang.

 

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *